Toyota Tetap Optimis Meski Pemerintah Tegaskan Tak Ada Insentif untuk Mobil Hybrid

 

Toyota Tetap Optimis Meski Pemerintah Tegaskan Tak Ada Insentif untuk Mobil Hybrid

Gambar.Liputan6

PT Toyota Astra Motor (TAM) mengomentari terkait keputusan pemerintah yang tak akan memberikan insentif untuk mobil hybrid. Kebijakan terkait industri otomotif nasional ini sudah tidak ada lagi ubahan ataupun penambahan, termasuk subsidi untuk kendaraan yang menggabungan mesin konvensional dan motor listrik ini.

Penjualan yang sudah cukup tinggi, bahkan dua kali lebih besar dibanding battery electric vehicle (BEV), jadi alasan mobil hybrid ini tidak perlu diberikan subsidi untuk meningkatkan pasar.

Dijelaskan Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM, pihaknya tetap menghormati keputusan pemerintah, dan terus berkomunikasi secara konstruktif dengan pihak berwenang terkait kebijakan maupun regulasi yang ada.

“Tentu regulasi sifatnya dinamis, tergantung situasi dan kondisi terbaru,” jelas Anton, melalui pesan elektroniknya kepada Liputan6.com, Rabu (7/8/2024).

Sementara itu, jika dilihat dari komposisi kendaraan elektrifikasi secara total (HEV, BEV, dan PHEV) saat ini, menurut Anton masih di bawah 10 persen dari total pasar.

“Di mana, ini menunjukan banyaknya ruang perkembangan penetrasi kendaraan berteknologi elektrifikasi ke masyarakat, salah satunya hybrid,” tegas Anton.

Sementara itu, ragam teknologi elektrifikasi yang tersedia, disebut akan bisa membantu mengakselarasi perkembangan dan adopsi di Indonesia, dan memungkinkan kontribusi pengurangan emisi lebih besar.

“Jadi, melihat opportunity yang ada saat ini, kami berharap pemerintah dapat mendukung semua teknologi yang berkontribusi pada pengurangan emisi untuk mencapai netralitas karbon,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.