Sejarah Singakat Toyota pick up Legendaris Hilux dari Generasi ke Generasi
Hilux telah diproduksi di Jepang sejak tahun 1968 sebagai bagian dari produk komersial yang diperuntukkan guna menunjang pembangunan fisik dan membantu dunia usaha.
Penamaan Hilux sendiri sudah unik, yaitu berasal dari gabungan kata High (tinggi) dan Lux (mewah), merupakan pernyataan segmen Hilux sebagai kendaraan komersial bergaya terkini.
1. Hilux Generasi Pertama (1968)
Toyota mengisi celah pasar komersial dengan menghadirkan Hilux di tahun 1968.
Sebagai sebuah kendaraan komersial, Hilux tetap bisa tampil stylish berkat kehadiran ruang mesin di depan sehingga tetap bisa didandani guna mengaburkan kesan mobil pengangkut barang.
Hilux generasi awal mengadopsi konstruksi sasis terpisah antara kabin dan bak belakang, serta mengandalkan suspensi double wishbone di depan dan per daun (leaf spring) di belakang.
Hilux memakai mesin 1.490 cc 4 silinder bertenaga 70 PS pada 5.000 rpm serta transmisi manual 4-speed supaya dapat mengangkut beban hingga 1.000 kg bermodalkan area bak sepanjang 1.850 mm serta pilihan model Deluxe dan Standard.
Tahun 1969, model long wheelbase dengan panjang bak 2.250 mm diperkenalkan, lanjut tahun 1970 dihadirkan model van alias boks disertai opsi dengan sistem pendingin ruang penyimpan.
Tahun 1971, Hilux memanfaatkan mesin lebih besar 1.587 cc 4-silinder bertenaga 83 PS pada 5.400 rpm, disertai opsi bak belakang standar atau lebih panjang.
2. Hilux Generasi Kedua (1972)
Mirip generasi pertama, cirikhas lampu depan ganda dan spion ‘tanduk’ di ujung kap mesin masih disematkan.
Dengan daya angkut serupa generasi awal, wheelbase-nya dibuat lebih panjang agar lebih nyaman dan membantu distribusi bobot kendaraan.
Selain menggunakan mesin 1.587 cc 4-silinder 83 PS, Hilux juga merilis versi Highway bermodalkan unit 1.968 cc 4-silinder bertenaga 105 PS.
Punya peran utama untuk melaju di jalan tol, tipe Highway dilengkapi transmisi otomatis 3-speed yang membuatnya terasa nyaman untuk cruising di jalan tol.
Hilux generasi kedua sempat ‘mampir’ di Indonesia medio 1977-1979 sehingga menjadi salah satu andalan dalam menopang pertumbuhan ekonomi di masa awal pembangunan negara ini.
3. Hilux Generasi Ketiga (1978)
Spesifikasi dan kualitas berkendara Hilux kian mirip model sedan agar lebih nyaman dipakai di wilayah perkotaan dan sesekali digunakan sebagai sarana rekreasi.
Bahkan, Toyota merilis varian dengan warna oranye yang begitu eye-catching dan secara spesifik menyasar pasar negeri Paman Sam.
Beberapa inovasi teknologi terlihat pada Hilux di masa ini. Seperti opsi penggerak 4 roda (4WD) masuk ke dalam line-up di bulan Oktober 1979.
Dipasangkan dengan mesin 18R-J 2.000 cc 4-silinder 109 PS, fitur ini membuat keandalan Hilux di berbagai kondisi jalan kian meningkat dan membuatnya dapat diterima dengan baik di pasar global dengan karakteristik medan jalan beragam, seperti melewati wilayah hutan atau padang gurun tandus.
Di bulan Desember 1979, dapur pacu diesel Type L untuk pertama kalinya dipakai oleh Hilux berpenggerak roda belakang.
Mengandalkan unit 2.188 cc 4-silinder sanggup menghasilkan tenaga 72 PS pada 4.2000 rpm dan torsi 142 Nm pada 2.400 rpm.
Keberadaan dapur pacu diesel semakin memperkuat nilai jual Hilux di sektor komersial mengandalkan mesin diesel irit dan tangguh.
Model kabin ganda (double cabin) dengan 2 deret bangku diperkenalkan di bulan Oktober 1981.
Hilux mencapai milestone pertama dengan penjualan menembus 1 juta unit di akhir tahun 1978, tepat 1 dekade sejak kemunculan di tahun 1968.
4. Hilux Generasi Keempat (1983)
Generasi ke-4 yang resmi meluncur di tahun 1983 memperoleh servis dari unit diesel 2L berkubikasi 2.446 cc 4-silinder bertenaga 76 PS dan torsi 155 Nm.
Generasi keempat tampak lebih modern dengan penggunaan lampu depan tunggal model kotak, bumper plastik hitam, dan sepatbor kokoh sehingga membuatnya terlihat lebih segar dan berkelas.
SUMBER : toyota.astra.co.id

